2011-03-02

ramalan ala JTK (rendi pratama)

program ramalan ala JTK (jurusan t.komputer ) yang di buat oleh rendi pratama ini menggunakan visual basic 6.0..selamat menikmati ramalan ,dan ingat manusia hanya bisa mengestimasi dan yang exsact nya adalah allah SWT silahkaln klick download untuk mengabil program....Terimakasih

download

2011-01-28

Mouse Biodegradable Pertama di Dunia


Mouse Biodegradable Pertama di Dunia
TOKYO, KOMPAS.com - Produsen komputer dan solusi teknologi informasi dari Jepang, Fujitsu, baru saja memperkenalkan mouse biodegradable. Kelihatannya remeh, hanya segenggam, namun produk yang diberi label M440 ECO Mouse itu adalah mouse pertama di dunia yang selubungnya bisa didaur ulang 100 persen.
Tak lagi menggunakan plastik konvensional, bahan baku mouse tersebut menggunakan plastik biodegradable Arboform dan Biograde. Kedua material bentuknya mirip plastik pada umumnya, namun bahan bakunya dari sumber yang terbarukan sehingga limbahnya bakal mudah terurai.
Arboform terbuat dari lignin, produk sampingan dari industri kertas produksi perusahaan bernama Tecnaro. Sementara Biograde berasal dari serat kayu yang diproduksi FkuR. Fujitsu juga memastikan bahwa kabel mouse tersebut tidak mengandung PVC, bahan yang berbahaya bagi lingkungan.
"Dengan memilih mouse ini, pelaku bisnis yang peduli lingkungan bisa merasa lebih nyaman karena mereka telah membantu mengurangi emisi karbon dioksida tanpa mengorbankan keawetan dan keasyikan dan tanpa membayar ongkos lebih besar," kata juru bicara Fujitsu dalam pernyataannya.
Meski demikian, komponen utama mouse tersebut terutama sirkuit di dalamnya tentu belum 100 persen bisa didaur ulang. Sensor optik, transistor, dan PCB tentu belum menggunakan bahan yang 100 persen bisa didaur ulang karena mengandung unsur logam.
Fujitsu termasuk aktif mengembangkan produk ramah lingkungan. Sebelumnya, keyboard tipe KBPC PX ECO buatannya pun sudah menggunakan bahan plastik yang bisa didaur ulang. Berapa harga satu unitnya dan apakah akan masuk ke Indonesia belum ada kabar.

Dua Penemu Unix Raih Japan Prize 2011

Dua Penemu Unix Raih Japan Prize 2011
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dr. Dennis Ritchie, Ph.D dan Dr. Kenneth Thompson, Ph.D, meraih Japan Prize 2011.  Keduanya dikenal sebagai penemu sistem operasi Unix dan bahasa pemrograman C.
Dennis saat ini adalah Bell Labs Fellow and Distinguished Member of Technical Staff Emeritus, Bell Labs, dan Kenneth Thompson, adalah  Bell Labs Fellow dan sekarang Distinguished Engineer, Google Inc.
Japan Prize dianugerahkan oleh Japan Prize Foundation setiap tahunnya kepada para ilmuwan dan peneliti yang berhasil memberikan kontribusi yang substansial bagi ilmu pengetahuan dan teknologi dan bagi dunia. Penghargaan ini diberikan sejak tahun 1985.
Ritchie dan Thompson menerima penghargaan tersebut berkat system operasi UNIX dan bahasa programming C yang digunakan pada UNIX. Ia juga terus meningkatkan software, hardware dan jaringan komputer secara signifikan selama empat dekade terakhir ini, dan memfasilitasi penerapannya di Internet. Duet ini banyak memberi kontribusi bagi perkembagan internet di dunia.
Unix, diciptakan tahun 1969 ketika keduanya masih peneliti di Bell Labs. Unix sendiri merupakan sistem operasi dari kebanyakan server-server besar Internet, bisnis dan universitas, dan merupakan pula bagian besar dari penelitian industri dan akademis di bidang sistem operasi.
Bahasa pemrograman C sangat dihargai karena tingkat efisiensinya, dan telah dikembangkan ke banyak sistem operasi lainnya, menjadikannya salah satu bahasa pemrograman yang paling banyak dipakai baik untuk software sistem maupun aplikasi. Unix adalah pendorong semangat di balik perkembangan Internet dan edisi lanjutannya yang kemudian bermuara pada penciptaan kultur "open source".
 "Dennis dan Ken mengubah cara orang menggunakan komputer, berpikir dan belajar tentang ilmu komputer," ujar Jeong Kim, President, Alcatel-Lucent Bell Labs. Sistem Unix dan bahasa pemrograman C, papar Jeong Kim, telah merevolusi komputasi dan komunikasi yang memungkinkan terjadinya open system.
Ritchie dan Ken telah memenangkan beberapa penghargaan untuk karya mereka, termasuk U.S. National Medal of Technology, Association for Computing Machinery Turing Award, IEEE Richard W. Hamming Medal, dan IEEE Emanual Piore Award dan keduanya juga telah terpilih menjadi anggota U.S. National Academy of Engineering.
Masing-masing penerima penghargaan Japan Prize 2011 akan menerima sebuah sertifikat penghargaan dan medali emas pada sebuah upcara penganugerahan pada tanggal 20 April 2011, ketika Japan Prize Week dilangsungkan di Tokyo.

Netbook yang Bisa Tahan lama 14 jam


JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk pengguna dengan mobilitas tinggi, netbook yang berlayar 10 inci bisa jadi lebih praktis ketimbang notebook. Selain ringan dan ringkas, biasanya kebutuhan di 'jalan' hanyalah aktivitas ringan seperti akses internet, membuka dokumen, atau presentasi.
Namun, sesuai kebutuhannya untuk mengikuti aktifitas dari satu tempat ke tempat lain, dayatahan baterainya musti mumpuni. Bahkan, sebisa mungkin agar netbook yang kita pakai tak kehabisan tenaga baterai saat sedang penting-pentingya seperti meeting dengan klien. Mencari colokan listrik bisa saja kalau sedang di kantor atau di kafe. Tapi, kalau sedang di jalanan atau di tempat yang jauh dari stop kontak bagaimana?
Alangkah lebih biak mengantisipasi jangan sampai hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Memilih produk yang punya daya tahan baterai paling lama bisa jadi pilihan terbaik. Kalau notebook standar rata-rata punya daya tahan baterai 3-4 jam, netbook Samsung NP-N230 sanggup hingga 13,8 jam berdasarkan tes BatteryMark.
Nah, taruhlah aktivitas di luar rumah mencapai 12 jam, rasanya netbook tersebut takkan habis baterai di tengah jalan. Anda pun tak perlu repot bawa-bawa kabel charger dan adaptor ke mana-mana.
Tak hanya tahan lama, produk ini juga dilengkapi fitur sleep mode yang membuatnya bisa langsung aktif dalam tiga detik. Bahkan, saat Anda tanpa sengaja mematikan netbook tersebut atau baterai habis, dengan fitur ini saat melakukan restart, tampilannya akan kembali ke bentuk semula saat mati. Tidak ada data yang hilang.
Soal bentuknya, netbook ini pun terlihat stylish dengan warna hitam mengilat dan tipis dengan ketebalan kurang dari 2,5 cm. Layarnya pun sudah menggunakan LED backlight dan antireflektif sehingga tetap jelas meski dipakai di bawah paparan sinar matahari di luar ruangan.
Fitur-fiturnya juga tak kalah dengan netbook lainnya dengan teknologi terbaru Bluetooth 3.0, Samsung Recovery Solution untuk melindungi data, dan hardisk 250 GB, memori 2 GB, dan WiFi b/g/n. Prosesor yang digunakan memang bukan yang paling baru yakni Intel Atom N470 (1,83 GHz, 667 MHz, 512MB), namun sudah lumayan mumpuni didukung Windows 7 Starter Edition.
Dari informasi yang diterima Kompas.com, produk yang diluncurkan pertengahan tahun lalu ini telah masuk ke Indonesia. Namun, belum semua dealer mendistribusikannya. Untuk mendapatkannya, Anda mungkin perlu menyiapkan biaya sekitar Rp 4 jutaan atau sedikit lebih tinggi ketimbang netbook pada umumnya. Reputasi Samsung di pasar netbook dan notebook pun terbilang baru karena Samsung Indonesia baru masuk ke pasar tersebut mulai tahun 2010 lalu.

Mari Sambut Kehadiran Teknologi NFC

Mari Sambut Kehadiran Teknologi NFC
KOMPAS.com - Kalau kita lihat sejarah transaksi pembayaran, awalnya dulu sebelum ada kemudahan elektronika seseorang harus mengambil uang dahulu ke bank dengan mengantre di loket sehingga sebaiknya mengambil uang untuk pemakaian selama jangka waktu tertentu mengingat usaha yang lumayan untuk mengambil sejumlah uang. Dengan adanya anjungan tunai mandiri (ATM), di mana-mana usaha untuk mengambil uang menjadi ringan sehingga seseorang cukup mengambil uang untuk jangka waktu pendek. Selain itu ATM mengurangi resiko pemegang uang dari kejahatan pencurian/perampokan/dan lain-lain karena uang yang diambil biasanya lebih sedikit jika dibandingkan dengan mengambil uang di loket bank.
Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK), munculah alat pembayaran baru elektronika yang menjadi popular di Indonesia seperti kartu kredit dan kartu debit. Kedua jenis pembayaran tersebut menggunakan kartu pintar yang digosokkan ke terminal pembayaran di toko-toko ketika membayar. Kartu pintar dapat menggantikan uang fisik yang biasanya disimpan di dompet sehingga pengguna kartu pintar dapat terhindar dari tindak kejahatan dan juga pengguna mendapatkan kemudahan, yaitu tidak perlu mengambil uang ke bank atau ATM dan menyimpan di dompet.
Tentunya sistem pembayaran dengan kartu pintar tersebut harus memiliki sistem keamanan yang menjamin uang pengguna tidak diambil oleh pihak yang tidak berhak dan juga tidak ada pihak yang mengklaim pembayaran yang tidak pernah dilakukan pengguna. Tanpa adanya penjaminan sistem keamanan pada sistem pembayaran dengan kartu pintar, pengguna tidak akan berminat untuk menggunakannya.
Pada saat ini, selain dompet wajib hukumnya membawa handphone dalam berpergian. Ini memberikan ide bagi inovator untuk menggabungkan dompet dan handphone. Sudah ada layanan inovatif dari mobile provider untuk melakukan pembayaran menggunakan SMS maupun mobile web. Sebuah konsorsium dari produsen-produsen raksasa handphone di dunia akhirnya bekerja sama untuk membuat produk baru untuk menggabungkan dompet dengan handphone dengan nama Near Field Communications (NFC).
Sebenarnya NFC adalah pengembangan dari teknologi kartu Radio Frequency Identification (RFID). RFID ini memiliki bentuk dan fungsi yang sama seperti kartu ATM bedanya adalah kartu RFID tidak perlu digosok (contactless) sehingga kartu RFID tidak perlu dikeluarkan dari dompet dalam proses pembayaran, pengguna cukup mendekatkan dompetnya ke terminal pembayaran atau disebut reader. Di Indonesia, kartu RFID sudah banyak digunakan, contohnya: e-Toll untuk pembayaran otomatis gerbang tol, gelang (RFID tag, bukan berbentuk kartu) yang digunakan sebagai pengganti tiket di taman-taman hiburan.
Teknologi NFC pada handphone selangkah lebih maju daripada teknologi RFID di mana pada handphone ditanamkan NFC chip yang dapat bertindak sebagai kartu RFID dan juga sebagai reader sekaligus dengan radius jangkauan pendek (kurang dari 10 cm). Teknologi NFC pada handphone betul-betul dapat menggantikan dompet di mana dapat mengeluarkan uang dan juga menerima uang dari dan ke sesama pengguna NFC. Selain untuk pembayaran teknologi NFC dapat digunakan sebagai pengganti KTP, SIM, kartu mahasiswa, dan lain-lain, kartu absen, dan lain-lain.
Direncanakan tahun 2011 ini akan muncul berbagai produk handphone ternama yang dilengkapi teknologi NFC. Produk handphone pertama dengan teknologi NFC yang sudah dipasarkan di Eropa dan Amerika adalah Samsung Nexus S, dilengkai NFC controller chip produk NXP (Philips) yaitu PN544. Philips adalah produsen ternama untuk kartu RFID. Samsung Nexus S menggunakan sistem operasi Android versi Gingerbread yang didukung oleh Google. Google sendiri sudah mempersiapkan berbagai aplikasi untuk teknologi NFC pada handphone.
Banyak lelucon tentang mesin cetak yang bekerja keras 24 jam penuh untuk memproduksi jumlah uang yang sangat banyak untuk mendanai pengeluaran yang sangat besar. Namun di sisi lain, penggunaan uang tunai secara fisik sedang menurun di seluruh dunia, karena pembayaran non-tunai sedang meningkat popularitasnya. Meskipun menurut para ekonom jumlah uang meningkat, jumlah uang kertas yang disimpan orang di dompet cenderung menurun. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah transaksi kartu kredit dan debit di seluruh dunia. Para analis meramalkan bahwa tiga wilayah teratas dalam pembayaran mobile adalah Timur Jauh termasuk Cina, Eropa Barat dan Amerika Serikat, yang secara keseluruhan akan menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar pembayaran mobile dalam basis transaksi kotor di tahun 2013.
School of Electrical Engineering & Informatics, Institut Teknologi Bandung, sedang giat-giatnya melakukan penelitian untuk membangun Sistem Transaksi Menggunakan Mobile Phone dan Teknologi NFC dengan bantuan dana dari Program Insentif, Kementrian Negara Riset dan Teknologi. NFC Research Group pun telah dibentuk. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem transaksi dengan teknologi NFC pada handphone untuk micropayment (pembayaran dengan jumlah kecil, contohnya: angkot, warung, kantin, dan lain-lain) dan macropayment (pembayaran dengan jumlah lebih besar, contohnya: supermarket, minimarket, restoran, berbagai toko, dan lain-lain).
Sistem transaksi ini haruslah sangat aman untuk pengguna, penjual, dan industri keuangan sehingga uang pengguna tidak dapat berkurang/bertambah tidak semestinya; penjual mendapatkan uang pembayarannya yang seharusnya; dan industri keuangan tidak kehilangan uangnya dan tidak harus membayar yang tidak semestinya. Mari sambut kehadiran teknologi NFC untuk kemakmuran bersama.(KOMPASIANA/Emir Husni)

Jangan Sering-sering "Ngopi" di Kafe


Jangan Sering-sering "Ngopi" di Kafe
KOMPAS.com - Beberapa dari Anda penikmat kopi, mengunjungi kafe atau kedai kopi mungkin menjadi wajib. bahkan, mungkin ada di antara Anda yang 'ngopi' di luar setiap hari. Tak mengherankan, sebab 'ngopi' di kedai kopi memang praktis. Tinggal pesan, langsung tersaji. Tak hanya itu, menikmati kopi di luar juga bisa sekaligus berkumpul bersama kolega.
Tapi, sadarkah bahwa gaya hidup seperti itu bisa jadi berlebihan dan berpotensi merusak lingkungan? Banyak kedai kopi yang kini menggunakan kemasan plastik yang pastinya harus dibuang setelah dipakai. Tanpa sadar, Anda pun mengotori lingkungan dengan sampah-sampah yang sulit didegradasi. Bayangkan kalau itu dilakukan setiap hari dan oleh banyak orang.
Tak cuma itu, Anda pun juga harus merogoh kocek lebih untuk membayar PPn dan service yang kadang mencapai 15 persen dari harga kopi. Padahal, komposisi kopinya sebenarnya sama saja dan Anda pun bisa belajar menciptakan citarasa yang sama dengan kopi bikinan barista di kedai kopi.
Lalu, bagaimana cara 'ngopi' yang lebih 'hijau' dan murah tetapi tetap nikmat. Sandy, marketing PT Signora Indonesia, produsen alat-alat rumah tangga mengatakan, sebenarnya menggunakan coffee maker bisa lebih hemat. Penikmat kopi juga bisa belajar menciptakan citarasa yang sama.
"Kalau memakai coffee maker kan kita tidak perlu membuang sampah plastik setelah ngopi. Di samping itu, kalau kita membeli kopi di kafe kan pasti jauh lebih mahal karena mereka sewa tempat dan kita harus bayar pajak. Kalau membuat kopi di rumah kan lebih murah," ujarnya.
Untuk urusan membuat membuat ragam kreasi kopi, Sandy menuturkan bahwa hal tersebut bisa dipelajari. "Sekarang kan banyak alat-alat seperti pembuat foam, krim, alat untuk blend, dan sebagainya. Kita bisa dengan mudah belajar membuatnya," katanya
"Awalnya memang akan lebih mahal sebab kita harus membeli peralatan-peralatan itu. Tapi, nantinya akan lebih murah dan tidak menghasilkan limbah," ujarnya. Bagaimana dengan Anda, ingin mencoba gaya ngopi yang lebih hijau? Pastikan Anda juga jeli dalam memilih cofee maker.
Perhatikan juga kebutuhan dayanya karena coffe maker termasuk membutuhkan daya tinggi rata-rata 900 watt. Dan, untuk meramu secangkir kopi expresso misalnya butuh sekitar 3 menit. Bolehkan tetap sekali waktu 'ngopi' di luar.

Tips Bila Orangtua Tak Restui Pasangan


Pasangan
VIVAnews – Mempunyai pacar yang Anda sayangi tentu saja sangat menyenangkan. Kehadirannya bisa membuat hidup ini lebih berwarna dan bersemangat. Tapi, bagaimana bila kisah cinta tidak berjalan mulus karena orangtua tidak setuju dengan pasangan Anda.
Kebanyakan orangtua selalu merasa tahu yang terbaik, ini tidak dapat dipungkiri karena mereka memang lebih banyak pengalaman hidup. Tetapi apakah juga mencakup calon pasangan hidup Anda?  Sebelum membuat putusan, sebaiknya mari mengevaluasi situasi hubungan Anda, dikutip dari Datingtips.
- Tanyakan orangtua Anda mengapa mereka tidak menyukai pacar Anda
Tentu saja, orangtua punya alasan bila mereka memiliki kesan negatif terhadap seseorang. Tanyakan dengan sopan pada orangtua, mengapa mereka tidak menyukai pasangan Anda.
Keluhan mereka mungkin berkisar antara fisik, misalnya pacar Anda jauh lebih tua dari usia Anda. Atau mungkin juga karena perilaku pacar Anda yang terlalu lekat dengan Anda, padahal belum menikah.
- Tanyakan pada teman-teman Anda
Berbicaralah dengan teman-teman dekat Anda dan meminta pendapat mereka tentang pacar Anda. Bila ada sesuatu yang kurang sreg, jangan mendebat mereka, sebaliknya dengarkanlah apa yang teman-teman sampaikan.
Tentunya mereka memiliki pendapat juga dan bila mirip dengan sikap orangtua Anda, maka memang ada masalah dengan pasangan Anda.
- Mengevaluasi masalah
Kumpulkan semua informasi yang dapat tentang si dia. Lalu, evaluasilah. Tanyakan pada diri Anda, apakah akan tetap melanjutkan hubungan berdasarkan apa yang orang lain pikirkan tentang pacar Anda atau tidak.
Jika pacar Anda dianggap terlalu pemalu, mungkin dia membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengenal orang-orang di sekitar Anda. Bila pacar tidak menghormati orangtua Anda, Anda mungkin memang harus meninggalkannya.
Pada akhirnya, kata hati Anda sendirilah yang akan menentukan apakah kicah cinta ini akan berlanjut atau tidak.
- Evaluasi hubungan Anda
Anda harus memastikan mengapa menyukainya atau mempertahankannya. Apakah ini karena cinta pertama? Apakah Anda dipaksa oleh rekan-rekan untuk mempunyai pacar? Apakah Anda merasa bahwa Anda harus punya pacar untuk menjadi orang yang ‘normal’?
Apakah karena semata-mata untuk memenuhi kebutuhan seksual atau apakah Anda melihat diri Anda akan menikah dengannya? Anda dapat menggunakan "alasan" untuk mengevaluasi apakah akan melanjutkan hubungan atau tidak.
- Mengevaluasi sikapnya terhadap Anda
Apakah pacar Anda memperlakukan Anda dengan hormat atau dia menganggap Anda sebagai "pelacurnya"? Apakah dia pernah merugikan Anda baik secara fisik maupun emosional? Jika jawabannya tidak berada pada sisi positif, mungkin Anda perlu untuk mengakhiri hubungan. (umi)

Diberdayakan oleh Blogger.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger